Halaman

Jumat, 22 Maret 2013

HOW CHILDISH ME??

Mungkin ini bukan story karena terlalu pendek,haha.saya ngabuat pas galau gara2 ngeliat suami(?) tercinta graduation.hahahaaa.story ini copas-an dari fb pribadi saya.enjoy it and wait for your comments.


#MinMi POV

"cengeng...." aku lagi lagi menangis tanpa tau alasan yg jelas. Yang aku tahu hanya aku merasa sangat sedih melihat foto JongUp saat graduation walaupun sebenarnya aku juga senang dia akhirnya lulus.
"noona!!" aku mendengar dia menggedor pintu dengan keras.
"pergilah,Jong... aku ingin sendiri..." aku mengusap air mataku kasar.
"keluarlah dulu,noona.."
"aku ingin sendiri,Moon JongUp.." ku tekan suaraku.
"apa aku bersalah padamu,noona? apa aku menyakitimu lagi?"
"tidak... kau sama sekali tidak bersalah padaku.Aku lah yg bersalah dari awal.. aku kekanakkan dan egois.." isakanku keluar tanpa sengaja.Ah,sial..JongUp pasti mendengarnya.
"noona menangis?? Buka pintunya,noona...kau harus menemuiku.Aku tak akan pulang dan pergi dari sini jika kau tak mau keluar dan menemuiku.."

Tangisku tiba tiba menjadi keras dan makin menjadi.Entahlah,aku benar benar merasa tidak pantas bersama JongUp.Aku sangat jauh dari kata "baik".Dan seiring pertumbuhannya(?),aku benar benar harus menyiapkan mental dan hatiku.

"aku mohon....pergilah.aku baik2 saja.."
"sejak kaapan noona menangis saat nona merasa baik2 saja??"
"aku sedang tidak ingin bertemu denganmu,Jong.." aku terisak lagi.
"ku mohon,noona...atau ku dobrak pintunya.." ancamnya yg mungkin sudah tak sabar melihat keadaaanku di dalam.

Aku diam. Ku tarik nafasku dalam lalu memutar gagang pintu perlahan.

"noona.." JongUp terlihat panik begitu melihat wajahku yg aku yakin sangat berantakan sekarang. Aku membenarkan kacamataku.
"bisakah kau pulang sekarang? aku ingin tidur.."
"katakan padaku apa yg membuatmu menangis,noona?" Dia mendekat padaku.
"aku baik2 saja,Jong.. pergilah sekarang..." aku menatapnya sendu dan berharap ia mau menuruti perkataanku.
"katakan dulu,noona.. aku khawatir.." Dia memegang pergelangan tanganku.Aku merasakan kekhawatirannya lewat hangat tangannya yg justru hal itu malah membuatku menangis lagi.
"pergilah...atau" aku menahan kata selanjutnya untuk memandang wajahnya sebentar. "atau kita berpisah saja..." Ku rasakan pegangan tangannya di pergelanganku melemas.Aku hanya dapat menunduk menyembunyikan air mataku yg deras berjatuhan.
"noona sudah tidak menyukaiku lagi??" Ia melepas genggamannya dari pergelanganku pelan lalu memandangiku nanar.
"apa itu penting?? aku selalu menyukaimu,Moon JongUp.." aku beranikan diriku menatapnya,aku tau dia pasti sangat terkejut.
"lalu kenapa noona mengatakan itu??" Dia memegang pundakku,memandangku menuntut jawaban.Air mataku mengalir pelan.
"aku tak pantas untukmu..." aku menunduk dan memaki diriku sendiri dalam hati.
"masalah itu lagi?? kita sudah pernah membahasnya kan,noona?? ku mohon..jangan pernah berpikir seperti itu.." JongUp menunduk dan melepas tangannya dari pundakku. Dia lalu menatapku dan matanya berkaca kaca.
"aku kekanakkan dan egois,iya kan?? aku yakin di luar sana banyak yeoja yg lebih baik untukmu..bukan aku"
"noona bersungguh sungguh??" Tatapan matanya membuatku semakin tak kuasa menahan air mata yg lagi lagi mengalir bebas di pipiku.
"iya... aku tidak akan menahanmu.." Aku berbohong.
"apa noona sudah tidak menyukaiku??" tanyanya lagi.
"apa perkataanku tadi kurang jelas? aku sangat dan masih menyukaimu..tapi ku rasa kita tidak bisa meneruskan ini lagi.." Aku menunduk lagi menyembunyikan air mataku.Dadaku sakit dan sesak,sungguh.

Detik berikutnya,aku hanya ternganga(?) dan tak berkedip sekalipun saat JongUp sudah memelukku.

"baiklah,anggap saja kau tak pantas untukku,noona tapi aku ingin kita tetap bersama.. tak akan ada yg berubah.. aku tau,kau memang kekenakkan dan egois tapi aku ingin kau tetap disini.janan pernah mencoba pergi kemanapun.." Aku mengerjap pelan. apa ini mimpi?? JongUp melepas pelukannya.Aku menatapnya masih bingung. "noona tidurlah dan beristirahat.. aku akan pulang sekarang.. jangan menangis lagi,kau bertambah jelek..."JongUp tersenyum.Aku hanya manyun menanggapinya.

Entah bagaimana perasaanku sekarang,aku bingung.Aku benar sangat menyukainya tapi aku juga sadar,aku tak pantas untuknya.Tapi aku pun juga tak ingin melepasnya atau pun berpisah dengannya. Baiklah,aku tak akan berubah,Moon JongUp..aku akan tetap disani bersamamu dengan kekanakkanku dan ke-egoisanku karena terlalu menyukaimu :D :D

"baby Moon?" aku memanggilnya pelan sebelum ia melangkah keluar dari kamarku.Dia menoleh.Aku berjalan mendekatinya lalu mengecup hidungnya(?). "kita punya tahi lalat yg sama ya,Jong??" kataku kemudian dengan ceria.JongUp hanya menatapku bingung.
"pulanglah.."Aku ttersenyum.

Dia juga tersenyum lalu melangkah pelan keeluar dari kamarku.Aku mengantarnya sampai depan rumahku.

"eh,tunggu.." Dia menoleh padaku lagi.Aku hanya teersenyum usil padanya.

"CUUPP.."Aku mengecup pipi kanannya cepat. "saranghae..baby Moon" kataku malu lalu segera masuk ke dalam rumah.

----------------------- END -----------------------------------

Tidak ada komentar:

Posting Komentar